YESUS mengutuk Pohon Ara



TUGAS MATA KULIAH METODE PENELITIAN TEOLOGI

“SUATU KAJIAN PUSTAKA MENGENAI PERISTIWA PENGUTUKAN POHON ARA OLEH YESUS DALAM MATIUS 21:18-22 DAN MARKUS 11:12-14 & 20-26”




                                                                        OLEH:
 







Cicilia Novalia Jambuani

SEKOLAH TINGGI TEOLOGI GKI
“IZAAK SAMUEL KIJNE”
JAYAPURA
2016


















Kata Pengantar


            Segala puji dan syukur bagi TUHAN Yang Maha Esa yang telah membimbing penulis dalam menyelesaikan makalah ini dengan penuh tanggunjawab. Makalah ini di buat dalam rangkah menyelesaikan tugas harian yang diberikan oleh dosen mata kuliah METODE PENELITIAN TEOLOGI yang mana pada makalah ini membahas secara garis besar mengenai peristiwa dalam kitab injil Matius 21:18-22 dan Markus 11:12-14 & 20-26 tentang pengutukan pohon Ara yang dilakukan oleh Yesus.

            Makalah ini ditulis dengan tujuan dan maksud agar pembaca dapat memperoleh pengetahuan tambahan tetapi juga agar pembaca mampu mengkritisi isi alkitab dengan baik serta berusaha menjelaskan keganjalan-keganjalan yang ditemukan didalam alkitab sehingga orang mengerti dengan baik, secara khusus bagi mahasiswa teologi yang belajar mendalami isi Alkitab. Melalui makalah ini penulis berharap pembaca yang nantinya akan berperan penting bagi pertumbuhan iman kristen jemaat mampu mempertahankan keutuhan jemaat dengan dasar pengetahuan yang baik mengenai isi Alkitab.

            Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini masih memilki banyak kekurangan sehingga penulis masih mengharapkan dan membutuhkan saran dan kritik dari pembaca sekalian guna penyempurnaan penulisan makalah ini. Semoga makalah yang sederhana ini dapat memberikan wawasan berpikir yang baru bagi kita sekalian.





Cicilia N Jambuani,

Penulis





Daftar Isi





















BAB I


PENDAHULUAN


1.1       Latar Belakang Masalah


            Melatarbelakangi kehidupan umat beragama kristen pada zaman sekarang yang hidupnya tidak lagi sesuai dengan nilai-nilai dan ajaran iman kristen yaitu menghasilkan buah bagi kristus dan sesama, menimbulkan kesadaran bagi mahasiswa-mahasiswi yang mempelajari tentang TUHAN dan sebagai hambaNya yang mengabarkan tentang kebenaran firman TUHAN yang mempunyai peranan pentiing agar umat TUHAN tidak berjalan dijalan yang salah, diperlukan pemahaman yang baik dalam memahami isi alkitab secara baik dan benar agar mampu menafsirkan firman TUHAN kepada orang-orang atau umat TUHAN sesuai dengan konteks setempat. Keahlian ini membutuhkan penelitian terhadap isi alkitab menyangkut pembacaan terkait bukan saja dari teks alkitab namun melalui sejarah-sejarah yang memilki keterkaitan dengan bacaan firman TUHAN yang dimaksudkan. Demikian ketika keganjalan-keganjalan firman TUHAN dipertanyakan itu bukan masalah lagi, karena kemampuan itu telah dimilkiki.

            Kisah Yesus mengutuk pohon ara karena tidak berbuah sangatlah menarik dan unik untuk dikaji lebih lanjut, karena kisah ini memiliki kaitan dengan kehidupan umat beragama pada masa sekarang. Kehidupan umat kristen jika dilihat secara kasat mata sepertinya memiliki kehidupan yang baik namun sesungguhnya semua itu hanyalah tampilan dari luar yang berdaun lebat namun tidak menghasilkan buah bagi kristus. Setiapn hari minggu beribadah kepada TUHAN, menyumbang dana bagi pembangunan gereja, materi dll. Namun mereka melakukan semua itu hanya untuk mencari nama atau perhatian, atau kepentingan pribadi, namun kehidupan rohani sangatlah jauh dari Tuhan mereka beribadah sebagai suatu kegiatan diharikosong atau sebagai suatu kewajiban dengan tidak bersungguh-sungguh kepada TUHAN. Hal-hal seperti ini harus diatasi dengan memberi teguran sesuai dengan isi alkitab, jika demikian kemampuan berteologi dan menafsir alkitab sangat penting dan mempunyai arti menyelamatkan disini.

            Hal yang sama terjadi dalam kehidupan mahasiswa-mahasiswi dikampus ini, dari luar sebagian besar serius menempuh pendidikan dan berusaha belajar hidup sesuai ajaran firman TUHAN. Namun sebagian besar hanya memaknai sebagai suatu rutinitas didalam sistem perkuliahan sehingga setiap mata kuliah yang disampaikan tidak disimak dengan baik. Kenyataannya kehidupan rohani kita sangat jauh dari TUHAN meskipun kita mepelajari nilai-nilai rohani. Kita tidak menerapkannya dalam kehidupan kita supaya menjadi terang bagi orang-orang yang tidak mengerti tentang TUHAN agar mereka dapat mencontohi dan juga turut menikmatinya indanya kehidupan didalam TUHAN.

            Penulisan ini membahas secara lengkap peristiwa Yesus mengutuk pohon Ara dalam kedua kitab injil Matius 21:18- 22 dan Markus 11: 12-14 & 20-26 yang bermanfaat dalam menjelaskan keganjalan-keganjalan dalam peristiwa yang dimaksud. Dengan demikian secara umun akan membantu siapaun yang membutuhkan untuk hormat dan kemuliaan nama TUHAN.















 

 

1.2       Rumusan Masalah

           
Dari uraian latar belakang di atas rumusan masalahnya dapat diuraikan sebagai berikut:

a)      Apa yang dimaksud dengan pohon Ara, manfaatnya, dan kaitannya dalam peristiwa pengutukan pohon Ara yang dilakukan oleh Yesus?

b)      Mengapa yesus mengutuk pohon Ara?

c)      Bagaimana peristiwa itu menimbulkan dampak-dampak dalam pemahaman alkitab?

d)     Bagaimana pandangan/ perbedaan kedua Injil dalam mengisahkan peristiwa pohon Ara yang dikutuk oleh Yesus.

e)      Apakah artinya atau reflesi teologis dari peristiwa pengutukan pohon Ara?


1.3       Tujuan Penulisan


Penulisan ini bertujuan:
a)      Untuk mengetahui apakah yang dimaksud dengan pohon ara, manfaatnya, dan kaitannya dalam peristiwa pengutukan pohon ara yang dilakukan oleh Yesus.
b)      Untuk mengetahui alasan-alasan mengapa Yesus mengutuk pohon Ara.
c)      Untuk mengetahui dampak peristiwa itu dalam pemahaman alkitab.
d)     Untuk mengetahui perbedaan kedua Injil Matius dan Markus dalam mengisahkan peristiwa yesus mengutuk pohon Ara.

 


BAB II

PEMBAHASAN



2.1       Penjelasan Mengenai Peristiwa Yesus Mengutuk Pohon Ara


            a). Pengertian Pohon Ara


            Pohon ara ( Ficus Carisa ) adalah tumbuhan asli di Asia kecil dan Siria, tingginya bisa mencapai 12 meter dan di tanah yang berbatu pun dapat tumbuh subur. Buahnya kerap mendahului daunnya, bunganya tak pernah jelas kelihatan. Pembuahan dilakukan oleh serangga kecil bersayap empat ( Ensiklopedi 1988,271 ). Pohon Ara adalah sejenis pohon Beringin yang kita kenal di Indonesia, pohon Ara juga adalah tanaman asli Asia Barat Daya, Israel, dan Mesir. Pada  umumnya dalam setahun pohon Ara dapat berbuah sebanyak tiga kali. Buah pertama disebut Bikurah atau buah sulung yang menjadi matang pada bulan Juni atau awal Juli inilah yang disebut sebagai buah Ara hijau. Kira-kira pada bulan Februari kuncup-kuncup buah pertama muncul pada cabang-cabang dari musim sebelumnya dan ini mendahului daun-daunnya sekitar dua bulan karena daun-daun biasanya baru muncul pada akhir April atau awal Mei panenanya jatuh pada bulan Juni dan Agustus atau September ( musim semi ( profichi )). Orang Israel memiliki ketetapan bahwa buah sulung merupakan milik TUHAN. Buah kedua disebut buah ara Bungaran buah kedua ini rasanya segar dan enak serta buahnya paling banyak, pada saat inilah pemilik pohon berhak memanfaatkannya untuk penghidupannya termasuk menjadikannya sebagai pelengkap kebutuhan Ekonomi (musim panas (mammoni)). Buah ketiga disebut buah Pag, dikaitkan dengan berbunganya tanaman Anggur yang mulai berbunga kira-kira pada bulan April (akhir musin panas di panen (mamme)) oleh karena itu, sewaktu daunnya sudah lebat pohon Ara seharusnya juga sudah berbuah. Pohon Ara yang Yesus Kristus kutuk kelihatannya mengerluarkan daun lebih awal dari biasanya. Buah ini tidak boleh diambil pemiliknya, karena merupakan hak orang-orang Lewi dan orang-orang miskin. Pohon Ara terkenal karena umurnya yang panjang serta memiliki cabang yang lebar-lebar dan buah yang sangat lezat pohon ini juga sangat bernilai karena mampu memberikan penaungan yang baik.

            Pada musim semi sebelum berbuah pohon Ara biasanya akan mengerluarkan daun-daun dan putik-putik yang bentuknya menyerupai buah kecil. Putik-putik ini bisa dimakan dan akan gugur dengan sendirinya bila buah ara mulai muncul. Apabila pohon Ara tidak mengerluarkan putik maka berarti pohon ara itu tidak akan berbuah, sekalipun pada pohon itu daun-daunnya tumbuh lebat.

            b). Asal Usul Pohon Ara

                       
            Pada umumnya ara dianggap berasal dari Asia Barat Daya, Turki atau Siria tetapi sejak dahulu kala telah tersebar di laut tengah, seperti Mesir, Palestina dan Siria dan menjadi salah satu makanan penting bagi rakyat. Dewasa ini negara-negara yang dianggap sebagai penghasil utama buah ara adalah Turki, Itali, Spanyol, Portugal, dan Amerika serikat. Di Amerika serikat Ara terutama dibudidayakan di California. Buah Ara penting untuk persediaan makan bangsa israel panenan yang gagal total akan berarti malapetaka. Maka pohon ara secara khusus disebutkan dalam nubuat tentang kerusakan, atau kebinasaan (yeremia 5:17;8:13).
 
            Menurut laporan pada abad ke-20 Ara pernah coba ditanam di Jakarta dan memberikan hasil yang baik. Di laporkan juga bahwa Ara pernah ditanam di Jawa Barat, antara lain Sindanglaya dan Lembang. Para turis Indonesia yang mengunjungi Israel pada waktu pulang banyak yang membawa bibit Ara secara diam-diam agar tidak diketahui oleh petugas karantina pertanian.

c) .Manfaat:


            Pohon Ara memilki manfaat dalam kehidupan bangsa Israel pada zaman itu dan juga bagi kita pada zaman kini, berikut uraiannya:
1.      Buah Ara kering mempunyai kandungan gula yang tinggi dan kaya akan kalsium dll.
2.      Dalam kitab 1 Samuel 25:18 sebagian hadiah yang diberikan Abigael kepada Daud terdiri atas 200 buah kue yang dibuat dari Ara.
3.      Buah Ara dipakai untuk menyembuhkan lepuh atau bengkakan pada kulit (2 Raja-raja 20:7)
4.      Plinius seorang penulis romawi pada abad ke-1 M, mengemukakan bahwa “buah ara adalah makanan terbaik bagi mereka yang lemah karena lama sakit dan dalam proses kesembuhan”.
5.      Jika tumbuh sendirian seringkali merupakan objek pandang yang menarik (Markus 11: 13)
6.      Di palestina pohon Ara seringkali meneduni sumur atau mata air.
7.      Pohon Ara sangat rindang sehingga banyak ditanam di halaman karena banyangan pohon ini lebih segar dan sejuk melebihi banyangan tenda.
8.      Buah Ara musim panas diawetkan untuk menjadi makanan musim dingin.
9.      Daun ara dijahit menjadi keranjang, piring, dan payung.
10.  Daun Ara secara tradisional masih dipakai sebagai cawat untuk patung-patung manusia.
11.  Pohon ara juga dipakai dalam bagian lain dari alkitab sebagai lambang para pemimpin hakim-hakim 9:10-11), pertahanan (Nahum 3:12).
12.  Daunnya dapat dimanfaatkan untuk membungkus buah-buahan yang baru dipetik untuk dibawa ke pasar.
13.  Buah Ara selain dapat dimakan langsung juga dapat dibuat kue yang mahal harganya, karena makanan ini biasa dihidangkan bagi raja-raja (2 Raja-raja 20:7).
14.  Buah Ara adalah sumber makanan pokok pada zaman Alkitab dan zaman sekarang dibeberapa negara timur tengah.

d). Jenis-jenis pohon Ara


            Pohon Ara sebenarnya memiliki banyak jenis dan macam. Ada yang besar sekali dan ada yang tinggi tetapi tidak terlalu besar. Berikut uraiannya:

a)      pohon ara pada kisah Zakheus adalah pohon ara yang besar sehingga manusia bisa naik dan bertengger di atasnya.
b)      pohon ara dalam perumpaan injil lukas 13 adalah pohon ara yang tidak terlalu besar dan ditanam di antara perkebunan anggur dengan maksud dinikmati buahnya.

2.2  Alasan-alasan Mengapa Yesus Mengutuk Pohon Ara


Ø  Pohon Ara ini di kutuk Yesus karena tidak berbuah.
Ø  Yesus melihat pohon Ara ini sebagai pohon yang tidak berguna.
Ø  Pohon Ara dikutuk karena tidak siap ketika Yesus membutuhkan sesuatu.
Ø  Penampilan luar pohon Ara tidak menentukan.

2.3       Dampak Negatif Dan Positif Dari Peristiwa Yesus Mengutuk Pohon Ara


Ø  Negatif

a)      Tidak masuk akal untuk mengutuk pohon Ara karena memang bukan musimnya untuk berbuah.
b)      Kalau ditilik secara dokmatis berarti Ia adalah yang mahatahu tetapi mengapa pula masih saja Ia tetap mengutuki pohon tersebut.
c)      Pengutukan pohon Ara memberi kesan bahwa Yesus justru bertindak aneh.
d)     Yesus kelihatannya kecewa, lalu marah, sehingga mengutuk pohon Ara itu. Ini menunjukan sikap kekanak-kanakan padahal biasanya Ia adalah sosok yang bijaksana.

Ø  positif

a)      Yesus menggunakan pohon Ara sebagai bahan untuk menyindir orang farisi dan ahli taurat.
b)      Peristiwa ini adalah suatu kejadian yang sungguh-sungguh terjadi dengan tujuan menjadikan peristiwa itu sebagai suatu perumpamaan yang diperankan secara langsung.

2.4       Perbedaan Injil Matius 21:18-24 dan Markus 11:12-14 & 20-26


            Jika membaca kedua bagian Matius dan Markus ditemukan bahwa matius selalu menulis secara tematis selalu mengumpulkan beberapa topik sekaligus tampah memperhatikan detail kejadian yang diceritakan sementara Markus tidak demikian. Markus menulis kejadian ini secara detail sehingga terdapat perbedaan pada kedua kitab ini mengenai cerita yang sama, ini jelas salah satu penjelasan yang munngkin. Tetapi, kelemahan dari penjelasan ini adalah pemakaian kalimat “dan seketika itu juga keringlah pohon ara itu “dalam Matius 21:19. Kalimat ini menimbulkan pemahaman bahwa pohon ini mengering setelah lewat satu malam menjadi tidak mungkin tetapi jika Matius berniat menyederhanakan kejadian itu maka pemakaian kata-kata yang mengandung makna seketika dan langsun bisa dimaklumi.

            Tetapi ada penjelasan lagi yang masuk akal dalam matius tidak disebutkan sampai sejauh apa pohon ara itu mengering bisa jadi pohon ini seketika itu juga menunjukan tanda-tanda mengering tetapi belum mengering seluruhnya lalu dalam Markus 11:14,20 keesokan harinya para murid melihat bahwa pohon itu telah mengering hingga ke akar-akarnya. Dengan kata lain pohon itu telah mengering seluruhnya.

            Dalam injil Matius peristiwa pengutukan pohon Ara terletak setelah peristiwa Yesus menyucikan bait Allah. Sedangkan dalam injil Markus malah terjadi sebaliknya peristiwa Yesus mengutuk pohon Ara terjadi sebelum peristiwa penyucian bait Allah.

            Penulis injil Markus tidak menjelaskan dengan rinci apa yang dicari Yesus, jelas disini sekarang bahwa Yesus mencari sesuatu bukan yang ditaruh atau hinggap (misalnya burung) tetapi sesuatu yang benar-benar berasal dari pohon itu sendiri.

            Dalam Injil Matius, seluruh peristwa itu terjadi pada saat itu dalam satu hari, tetapi dalam Injil Markus  peristiwa ini diceritakan dalam dua tahap yang terjadi dalam dua hari dan ditengah-tengah kedua tahap itu di selipi peristiwa dimana Yesus menyucikan Bait Allah. Sebetulnya peristiwa itu memang terjadi dalam dua hari seperti yang di ceritakan oleh Markus. Matius meringkas cerita itu dan mempersatukan dua tahap itu menjadi satu.

            Sekalipun di dalam Matius dikatakan bahwa pohon Ara itu kering seketika itu juga sedangkan dalam markus keringnya pohon Ara itu baru diketahui pada keesokan harinya. Tetapi kedua bagian ini tetap tidak bisa dikatakan bertentangan, karena Markus mengatakan sudah kering bukan baru kering.            


2.5       Refleksi Teologis



1.      Yesus menggunakan pohon Ara sebagai simbol ketika Ia mengajar. Kutukannya pada pohon Ara yang tidak berbuah itu sesungguhnya adalah kutukan terhadap kepemimpinan orang Yahudi dan kematian rohani mereka. Perhatikan bacaan sebelumnya yakni yesus menyucikan bait Allah (Markus 11:15-17).

2.      Bila kita melihat konteks perjalanan pelayanan Yesus pada waktu itu, terlihat jelas bahwa banyak orang mengikuti agama pada waktu itu supaya hanya dilihat orang dan di hormati dan tidak diikuti dengan sikap hati yang percaya dan mengikut Yesus kristus.

3.      Peristiwa ini dipakai untuk menyindir para agamawan dan teolog zaman itu yang penuh dengan dau-daun aktivitas rohani tetapi tidak menhasilkan buah-buah pertobatan atau buah-buah rohani (mereka cenderung munafik, sering membanggakan kerohanian pribadi, menghakimi atau mencari-cari kesalahan orang, mengukur orang lain dengan kebenaran diri sendiri).

4.      Kelaparan Yesus disini adalah keinginan-Nya bagi keselamatan bangsa Yahudi yang mempunyai daun-daun atau kata-kata/hukum taurat dan para nabi dan Ia mencari buah yaitu perbuatan-perbuatan baik.

5.      Mungkin sekali bahwa Bait Allahlah yang digambarkan oleh Yesus dengan pohon Ara yang hanya berdaun lebat tetapi tidak berbuah.


           

 

 

 

 

b. Arti dari peristiwa ini bagi kita pada masa ini.


1.      Tuhan tidak memanggil kita untuk menjadi pengikut agama yang saleh lalu kehidupannya tidak berbuah dan jauh dari kehendak Tuhan. Tuhan tidak ingin kita hanya sekedar jadi orang kristen yang hidupnya dipenuhi dengan kesibukan pribadi, karier, masa depan, usaha-usaha, bisnis, dst. Tetapi Tuhan mengingikan kita menjadi orang kristen yang menghasilkan buah melalui tindakan dan tingkah laku kita yang benar-benar mencermikan kita sebagai anak-anak Tuhan dibumi ini.

2.      Akan tiba saatnya bahwa Yesus datang sebagai hakim yang adil yang membinasakan bagi orang yang tidak berbuah dalam kehidupannya.

3.      Allah mengingikan agar kita menjadi muridnya dan berguna dengan menjalankan panggilannya dalam kehidupan kita.

4.      Allah ingin agar kita menjadi orang percaya yang berbuah dalam kehidupan kita.

5.      Allah ingin agar kita mengakui dia sebagai hakim yang adil yang akan menghakimi semua manusia menurut perbuatannya.

6.      Kita harus menghasilkan buah disegala musim tak peduli apapun musim yang kita hadapi.

7.      Cerita ini sebenarnya mengandung makna simbolis, bahwa orang-orang yang rajin mengikuti ibadah, tetapi hidupnya tidak berbuah dan tidak membuat keadaan di sekelilingnya menjadi baik.

8.      Kejadian ini dapat memacu kita semua sebagai murid Kristus untuk dapat menghasilkan buah-buah yang baik.

9.      Doa dan iman adalah sarana bagi kita untuk berbuah didalam Tuhan dan mengerti kehendak-Nya dalam kehidupan kita sehari-hari.

10.  Ada gereja yang gedungnya megah, jemaatnya banyak, aktivitasnya banyak. Tetapi kalau mereka tidak sungguh-sungguh beriman kepada Kristus dan mereka mempunyai kehidupan seperti orang kafir maka mereka betul-betul seperti pohon Ara yang hanya berdaun lebat tetapi tidak berbuah.

11.  Mengikut Kristus harus memproduksi buah, kegagalan memproduksi buah akan mengakibatkan kutukan akhir.























BAB III


PENUTUP


3.1       Kesimpulan

           
            Sebagai manusia hidup tidak hanya dengan mendengar kebenaran yang disampaikan, tetapi kita dituntut oleh sang pemilik ladang untuk harus menjadi tanaman yang mampu menghasilkan buah disegala musim kehdupan kita. Dalam keadan senang, susah, sedih, bahagia kita harus mampu mempengaruhi, memperlihatkan buah-buah roh dan buah-buah dari iman kita kepada keluarga, langkungan, jemaaat, dan di mana saja kita berada. Terang kasih Tuhan harus dipanrcarkan melalu cara hidup dan tindakan kita hari lepas hari.

3.2       Saran


            Hendaklah kita menjadi mahasiswa-mahasiswi yang mampu berbuah dan memberikan teladan bagi orang lain. Kita harus menjadi panutan dan contoh karena kita lebih mengerti tentang kebenaran firman Tuhan dibandingkan dengan orang-orang yang tidak mendalami isi Alkitab. Jika saja tidak hidup sesuai dengan firman Tuhan bagaimana mungkin kita dapat menyelamatkan orang-orang diluar sana, ingat Tuhan memberikan kita batas waktu untuk berbuah, jika kita tidak menghasilkan buah maka pada akhirnya kita akan dibinasakan.











Daftar Pustaka



a)      Alkitab           :          
v  Alkitab Terjemahan LAI
v  Alkitab penuntun hidup berkelimpahan seri : life application study bible

v  Yayasan Komunikasi Bina Kasih. Tafsiran Alkitab Masa Kini 3 Matius-Wahyu . Jakarta: 1976.




 










 

 

 



Lampiran



       I.            Perbandingan Matius Dan Markus


Perbandingan Kisah Dari Dua Injil

Yesus Mengutuk Pohon Ara
18 ¶ Pada pagi-pagi hari dalam perjalanan-Nya kembali ke kota, Yesus merasa lapar.
12 ¶ Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar.
19 Dekat jalan Ia melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi Ia tidak mendapat apa-apa pada pohon itu selain daun-daun saja. Kata-Nya kepada pohon itu: "Engkau tidak akan berbuah lagi selama-lamanya!"
13 Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara.
14 Maka kata-Nya kepada pohon itu: "Jangan lagi seorangpun makan buahmu selama-lamanya!" Dan murid-murid-Nyapun mendengarnya.
19 ... Dan seketika itu juga keringlah pohon ara itu.

20 Melihat kejadian itu tercenganglah murid-murid-Nya, lalu berkata: "Bagaimana mungkin pohon ara itu sekonyong-konyong menjadi kering?" 21:21 Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu percaya dan tidak bimbang, kamu bukan saja akan dapat berbuat apa yang Kuperbuat dengan pohon ara itu, tetapi juga jikalau kamu berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! hal itu akan terjadi. 21:22 Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya."
20 Pagi-pagi (di hari berikutnya) ketika Yesus dan murid-murid-Nya lewat, mereka melihat pohon ara tadi sudah kering sampai ke akar-akarnya. 11:21 Maka teringatlah Petrus akan apa yang telah terjadi, lalu ia berkata kepada Yesus: "Rabi, lihatlah, pohon ara yang Kaukutuk itu sudah kering." 11:22 Yesus menjawab mereka: "Percayalah kepada Allah! 11:23 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya. 11:24 Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu. 11:25 Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu." 11:26 (Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu.)
  * Semua kutipan Alkitab dari Terjemahan Baru.



    II.            Pedoman pohon Ara


Pedoman pohon Ara
  1. Menghasilkan buah yang manis dan baik.
  1. Tidak terdapat di padang gurun.
  1. Terdapat banyak di:
-          Mesir.
-          Kanaan.
  1. Kadang-kadang tumbuh di hutan.
  1. Kadang-kadang ditanam di kebun anggur.
  1. Diperbanyak oleh orang Yahudi.
  1. Perlu dicangkul di sekelilingnya.
  1. Mulai berbuah setelah musim dingin.
  1. Ranting-rantingnya bertunas, sebagai tanda bahwa musim panas
sudah hampir.
Mat 24:32
  1. Boleh berharap akan mendapat buah - apabila berdaun banyak.




  1. Buah :
-          Dapat dimakan langsung dari pohonnya.
-          Dikumpulkan dan disimpan dalam keranjang-keranjang.
-          Dikeringkan dan dibuat kue.
-          Yang pertama kali masak yang paling dihargai.
-          Dipakai untuk menyembuhkan Hizkia secara ajaib.
-          Dijual di pasar-pasar.
-          Dikirim sebagai hadiah.
  1. Suatu jenis mengeluarkan buah yang busuk dan tidak dapat dimakan.
  1. Daun - dipakai oleh Adam sebagai penutup.
  1.  Memberi naungan yang teduh.
  1. Sering tidak berbuah.
  1. Kalau tidak menghasilkan buah, suatu malapetaka yang besar.






  1. Orang Yahudi dihukum dengan cara:
-          dibinasakan oleh Allah.
-          Tidak mendapatkan buah - .
-          Musuh-musuh makan buah - .
-          Dikelupas kulitnya dan dimakan oleh belalang.
  1. Melukiskan:
-          (Tidak berbuah) orang yang hanya mengaku beragama
tetapi tidak percaya sungguh-sungguh. Mat 21:19; Luk 13:6,7
-          (Duduk di bawah pohon - masing-masing) ketenteraman
dan kesejahteraan. 1Raj 4:25; Mi 4:4
  1. Buah melukiskan:
-          Perbuatan baik.
-          (Yang baik) orang-orang kudus.
`           Yer 24:2,3
-          (Yang tidak baik) orang fasik.
-          (Yang pertama kali masak) para bapa jemaat Yahudi.
-          (Sebelum waktunya sudah gugur) orang fasik yang sudah
waktunya dihukum. Yes 34:4; Nah 3:12; Wahy 6:13






Gambar

Description: http://i2.wp.com/jeffrysudirgo.org/wp-content/uploads/2011/03/fig.jpg?w=644Description: http://i1.wp.com/jeffrysudirgo.org/wp-content/uploads/2011/03/figfruits.jpg?resize=400%2C266

.


Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCEqQKQcOMNE_U7dl6b9z5VrGChI-VWZQVY1wBO4CXQw0LJ3JFI8eLaENv3lP5vZqXNpmEMXwZ52TFA_f4LTUANNLIZKxF_zPTYSbRZgjk2KKU0VyPlvyuV5_fLPLsdbxlLQFSiIxNyi4/s200/rooted_thumb.jpgDescription: Image resultDescription: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWbANFMR5mKphDxsDnX-G8Ybh5ksX1aiQpbXd5sa9z54BodhULcxNociChFGBWbJmBSuSHkcIpoCpYZQBJNaCnM1A10xd-ZdIsND4KZlQPyU4i3TnvAFXzB5oC9NETj0HFRL6hGzHhAK8/s1600/ara.jpgDescription: Pohon ara (Ficus carica L.)Description: Image resultDescription: Image resultDescription: Image resultImage result for pohon ara dalam alkitabImage result for pohon ara dalam alkitab










 


 




 



 
 

Komentar

Ilmu Pengetahuan

Teologi Kontekstual di Eropa

Tafsiran Filipi