Tafsiran Filipi

TUGAS INDIVIDU MATA KULIAH TAFSIRAN PERJANJIAN BARU I

TAFSIRAN FILIPI 2:5-11”










                                                       OLEH:    
NAMA                 : CICILIA N. JAMBUANI
KELAS                : D (DELTA)
SEMESTER                  : VI (ENAM)
NIM                     : 14303 3003 15 1024


SEKOLAH TINGGI FILSAFAT TEOLOGI GEREJA KRISTEN INJILI
IZAAK SAMUEL KIJNE JAYAPURA
2018/2019





Asrama Puteri STFT.GKI.I.S.Kijne Jayapura,15 Maret-26 Maret 2018.

Filipi 2:5-11 : “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diriNya sendiri, dan mengambil rupa seorang hambah, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diriNya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah telah meninggikan Dia dan mengaruniakan kepadaNya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengakuh:”Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!

Teladan Kerendahan hati Yesus”

Kota Filipi awalnya dididirikan dan di beri nama oleh Filipus ayah Alexander Agung, yang menyadari posisi strategis dari tempat itu. Tentunya Paulus pun menyadarinya juga ketika ia sampai di sana, dalam perjalanannya yang kedua dalam memberitakan Injil. Jelas sekali bahwa Paulus ketika kembali ke Yerusalem, Ia meninggalkan orang-orang Kristen yang percaya dan mengikut Kristus. Jika kita baca pada ayat sebelumnya surat ini menunjukkan bahwa jemaat Filipi adalah jemaat yang turut menderita (1:29) dan sedang berada dalam bahaya perpecahan (1:27;2:2) lalu pada pasal-pasal berikutnya menunjukkan bahwa mereka mungkin juga sedang ada dalam paham menjadi sempurna (3:12-13) dan juga kedatangan parah penganut Yudaisme (3:2). Meskipun demikian Paulus mengasihi dan bersukacita atas jemaat Filipi karena mereka mampu bertahan dan kemajuan-kemajuan yang mereka alami. Ia sangat rindu mereka sedikit demi sedikit menikmati pengetahuan rohani yang lebih kaya dan lebih dalam yang akan membentuk kehidupan mereka sesuai dengan pola Allah. Jika jemaat Filipi telah melalui ujian yang merusak persekutuan mereka mengapa Paulus menasehati mereka ? (2:5-11).
Kelihatannya alur bahasa pada bagian ini merupakan kutipan yang memutuskan alur bahasa Paulus. Rupanya Paulus mendesak agar mereka tidak sombong, melainkan rendah hati seperti Yesus dan mereka hidup, bekerja serta berpikir sebagai suatu kesatuan. Karena kesombongan dapat membawa Perpecahan dan bahwa jangan sampai paham menjadi sempurna (perbedaan-perbedaan) menghancurkan persekutuan mereka sehingga sebagian menjadi lemah dan menjadi penganut  Yudaisme. Ayat 5 berbicara tentang cara yang Paulus pakai untuk mengajarkan tentang Kerendahan Hati ialah dengan cara ia berusaha mengubah cara pandang orang-orang Kristen Filipi untuk menjadikan Kristus sebagai teladan sehingga pikiran tentang Kristus yang merendahkan diri dan mengorbankan diri itu membentuk sikap mereka. Ayat 6 seperti yang sudah dijelaskan pada awal pembahasan bahwa rupanya Paulus mengutip kata-kata dari sebuah nyanyian gubahan untuk memuji Tuhan atas karyaNya berinkarnasi dan di muliakan. Ayat 7 bebicara tentang tiga tahap perendahan diri Yesus Kristus yaitu mengosongkan diri dari kemuliaanNya, memilih menjadi hamba daripada menjadi Tuhan atas segalah sesuatu, dan dengan sungguh-sungguh Allah mengaruniakan dalam diri-Nya kemanusiaan kita. Ayat 8 berbicara tentang setelah merendahkan diri menjadi manusia Yesus menjalani suatu hidup yang benar-benar taat akan rencana Allah. Ayat 9, 10 dan 11 berbicara tentang imbalan dari perendahan diri dan pengorbanan diri Yesus Kristus. Kepadanya diberikan nama di atas segala nama . yang perlu diingat bahwa keluruhan bagian ini dalam konteksnya mempunyai maksud yang sangat praktis yaitu Paulus memakai teladan Yesus untuk membujuk atau mengajak orang-orang Kristen Filipi supaya menjalani suatu hidup yang didalamnya lenyap perpecahan, perselisihan, dan ambisi pribadi.
v  Ayat 5, kata hendaklah kamu… menaruh pikiran ialah bahwa hidup yang kita miliki dalam Kristus Yesus harus membentuk sikap kita di dalam persekutuan yang kita miliki di antara sesama kita. Sehingga tidak melihat perbedaan-perbedaan itu sebagai sesuatu yang besar.
v  Ayat 6, walaupun Dia dalam rupa Allah. Yunani (Rupa) morphè berbicara tentang bentuk yang tetap  atau kata yang sangat dekat artinya sifat Allah yang sesungguhnya bukan bukan sekedar penampilan semata-mata.
v  Ayat 7, Dia mengosongkan diriNya, melepaskan semuanya. meninggalkan semua yang di miliki dengan menjadi manusia Ia mengesampingkan kuasa serta kemuliaanNya. Ia hidup dalam kerendahan hati dengan setia dan tidak kehilangan jati diriNya. Mengambil rupa seorang hambah kata rupa sama dengan ayat 6 menunjukkan bahwa Dia adalah sungguh-sungguh seorang hamba bukan nampaknya saja.
v Demikian ayat 8 Dia adalah sungguh-sungguh dalam keadaan sebagai manusia. Allah adalah rupa awalnya kemudian, Dia mengambil rupa manusia dan merendahkan diriNya.
v  Ayat 9 dst, itulah sebabnya kata melanjutkan nasehat praktis dan yang Paulus sampaikan.


Terkadang sebagai manusia kita selalu memakai kekuasaan jabatan kita dan hak-hak istimewa kita untuk meninggikan diri, hingga bagi kita orang lain tidak penting. Kita selalu merasa bahwa kita yang paling sempurna, pintar, kita bisa tampa orang lain, kita tidak membutuhkan mereka. Kita merasa bahwa orang-orang harus mendengar karena kita punya status sosial yang lebih tinggi dari yang lain. Hal-hal inilah yang menyebabkan Paulus menasehati jemaat Filipi agar jangan sampai mereka terbeca belah dalam persekutuan mereka sebagi orang Kristen. Oleh karena hendaklah kita bercermin dari TuhanYesus dalam kerendahan diriNya mesakipun Tuhan punya kuasa namun Dia mau merendahkan diri demi kita. Kemuliaan, yang sebenarnya hanya datang dengan perendahan diri di dalam Teladan Kristus. Hendaklah Kristus yang menjadi pedoman kehidupan kita. Biarlah orang-orang dapat melihat Kristus didalam diri kita.





Komentar

Ilmu Pengetahuan

YESUS mengutuk Pohon Ara

Teologi Kontekstual di Eropa