Teologi Kontekstual di Eropa
TUGAS KELOMPOK 1 MATA KULIAH TEOLOGI
KONTEKSTUAL II
“TEOLOGI KONTEKSTUAL DI EROPA”
NO
|
NAMA-NAMA
|
KELAS
|
SEMESTER
|
01
|
Jhon S. Yewi
|
E
|
VI
|
02
|
Cicilia N. Jambuani
|
D
|
VI
|
03
|
Hendrik Walli
|
E
|
VI
|
04
|
Rahel Okoserai
|
E
|
VI
|
05
|
Risal Noweni
|
E
|
VI
|
06
|
Inseri Arfayan
|
E
|
VIII
|
07
|
SEKOLAH
TINGGI FILSAFAT TEOLOGI GEREJA KRISTEN INJILI
IZAAK
SAMUEL KIJNE JAYAPURA
2018/2019
KATA PENGANTAR
Syalom!
Segala
puji dan syukur kami kelompok panjatkan ke hadirat TUHAN yang maha kuasa atas
kasih dan penyertaanNya sehingga kami kelompok dapat menyelesaikan tugas
kelompok dengan baik. Mata kuliah Teologi Kontekstual II merupakan mata kuliah
yang sangat penting dan harus dikuasai bagi seseorang yang hendak menjadi
pelayan TUHAN. Oleh karena itu penting bagi kami kelompok menjelaskan mengenai
perkembangan Teologi Kontekstual di Eropa dengan berbagai macam budaya, suku,
adat istiadat, serta kami pun meninjau dari permasalahn sosial, ekonomi,
politik, agama dan perkembangan teknologi.
Kami
berharap apa yang kami sajikan dapat menambah wawasan kita semua dan untuk
kepentingan penyebaran nama TUHAN dimuka bumi secara khusus di Tanah Papua dan
tentunya kami pun berharab agar kita sebagai calon pelayan TUHAN dapat siap
sedia memberitakan Firman Tuhan dengan memanfaatkan apa yang ada sesuai dengan
konteks pada daerah setempat.
Kami
kelompok mengucapkan terima kasih kepada segala pihak yang telah menolong dan
mendukung kami dalam proses penyelesaian tugas ini. Kiranya kasih Yesus selalu
menyertai dan memberkati kita sekalian. Amin.
Jayapura,
21 Februari 2018
Kelompok
I
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Kesadaran
berteologi Asia, Indonesia dan khususnya Papua dirasakan semakin penting pada
masa kini. Berteologi secara kontekstual diusahakan agar terbebas dari pola
pikir Dogmatika Barat. Selain itu penting bagi kita untuk memastikan bahwa
penyampaian kebenaran Firman Allah sampai kepada penerima dengan baik dan dapat
dipahami. Hal ini tidak dapat dilepaskan dari perlunya dorongan
berkontekstualisasi karena kontekstualisasi berkaitan dengan penilaian kita
terhadap konteks-konteks dunia. Selain itu Injil akan lebih mudah disampaikan
melalui berteologi secara kontekstual. Hal inilah yang menyebabkan munculnya
berbagai macam teologi kontekstual dibelahan dunia. Secara khusus yang akan
dibahas pada bagian ini yaitu Teologi Kontekstual di Eropa.
Peristiwa
pencerahan di Eropa pada abad ke 18 mengakibatkan terjadi perubahan dramatis
dalam kebudayaan. Kemudian di Eropa orang makin percaya bahwa akal dipandang
sebagai terang yang membimbing manusia. Mereka mulai meneliti secara kritis
dalam akal semua tradisi dalam berbagai bidang kehidupan termasuk juga ilmu
politik dan pengetahuan. Pencerahan ini disamping mempengaruhi politik, ilmu
pengetahuan, dan pendidikan juga mempengaruhi gereja. Sehingga apa yang
sebelumnya diterima sebagai hukum ilahi mulai dipertanyakan. Oleh karena itu
parah teolog Eropa mulai berteologi kontekstual dalam rangkah mengadaptasi
suatu teologi yang di kembangkan di suatu konteks.
1.2.
Tujuan Penulisan
Tujuan
penulisan karya ilmiah ini ialah:
v Mengetahui
Sejarah Teologi Kontekstual di Eropa
v Mencari
dan Menemukan Penyebab Munculnya Teologi Kontekstual Eropa
v Mengetahui
Jenis-jenis Teologi Yang Berkembang di Eropa
v Mengetahui
Metode-Metode yang di Gunakan.
v Mengetahui
Fungsi Teologi Kontekstual Eropa
v Mencari
Tahu Dampak Positif Teologi Kontekstual Eropa
v Mengetahui
apa Dampat Positif Teologi Kontekstual Eropa
v Dan
Juga mengetahui Dampak Negatif Teologi Kontekstual Eropa
BAB II
TEOLOGI KONTEKSTUAL DI EROPA
2.1.
Sejarah Teologi Kontekstual di Eropa
Sepanjang sejarahnya
gereja selalu memiliki teolog-teolog besar yang telah melahirkan ide-ide
cemerlang. Pemikiran mereka memiliki manfaat untuk umat beriman. Salah satunya
Jorgen Moltmann ide-idenya terus bergema sepanjang sejarah. Namun yang paling
diingat sepanjang masa ialah teologi Pengharapan dan juga Teologi Politiknya.
Jurgen Moltmann lahir pada 8 April 1926 di Hambur Jerman[1]. Keluarganya tidak hidup
taat dalam beragama. Ketika umur 18 tahun ia dipaksa untuk ikut dinas militer
Jerman dalam peran dunia II. Rupanya itulah kenapa teologi Pengharapan dan
Politik ini sangat dipengaruhi oleh pengalamannya tersebut yang mendoronnya
bahwa Allah satu-satunya yang dapat terlibat dalam kehidupan manusia dan mampu
menemukan manusia. Ia lalu kemudian mempelajari karya-karya Barth akan tetapi
menurutnya Barth belum menyentuh soal Politik dan kebudayaan padahal itu sangat
penting terlebih lagi Jerman baru saja melewati masa perang. Ia juga
mempelajari karya teolog-teolog lainnya misalnya Dietrich Bonhoeffer terutama
tentang etika sosial dan keterlibatan gereja dalam kehidupan bermasyarakat.
2.2.
Penyebab Munculnya Teologi Kontekstual di Eropa
Penyebab munculnya teologi kontekstual
Eropa tidak diketahui secara pasti, namun kita dapat memberikan suatu
kesimpulan bahwa teologi sistematis telah lama dipelajari dan dikembangkan oleh
parah pewaris tradisi Yunani-Romawi dalam budaya Eropa. Dimasa kini ada gereja
yang hamper diseluruh Eropa maka, usaha untuk berteologi tidak lagi terbatas
pada konteks budaya Eropa saja.
2.3.
Jenis-Jenis Teologi Yang Berkembang di Eropa
Lalu muncullah teologi-teologi yang
berkembang yaitu:
a. Teologi
Pengharapan
Moltmann
menerbitkan bukunya a theology of hope dimana ia menguji dasar dan eskatologi
Kristen pada tahun 1964. Moltmann berpendapat bahwa eskatologi telah menjadi
tak lebih dari ajaran hampah tentang maut dan kematian dan tidak ada lagi
uraian yang hidup tentang pengharapan yang muncul dari pertentangan masa kini
dan masa yang akan datang atau masa depan. Kejadian atau peristiwa akhir zaman
yang akan terjadi misalnya kedatangan Yesus yang kedua kali sebagai hakim yamg
adil, penghakiman terakhir dan juga kebangkitan orang mati di hubungkan pada
suatu hari terakhir pada masa depan dan tentu saja terpisah dari zaman ini.
Dengan demikian orang Kristen telah kehilangan pengharapan yang mempunyai
dampak hidup masa kini. Namun sebenarnya eskatologi tidak pernah dimaksudkan
sebagai akhir suatu apapun melainkan sebagai permulaan kehidupan yang kekal
bersama Bapa di sorga. Jadi intinya eskatologi menguraikan pengharapan yang
hidup pada masa depan. Itulah sebabnya seharusnya hidup orang Kristen adalah
hidup sambil mengharapkan datangnya kerajaan Allah. Sehingga hakikat gereja
ditentukan oleh pengharapannya bahwa gereja tidak lagi hidup untuk dan kepada
dirinya sendiri melainkan dalam pengharapan akan kerajaan yang akan datang.
Karena itu peran utama gereja didalam dunia ini adalah memberitakan bahwa
kerajaan Allah akan datang dan merupakan tanggungjawab misioner gereja untuk
membangun pengharapan didalam diri manusia. (Bapak Dosen: Paska peran dunia
dimana ada situasi politik dan ekonomi sehingga mereka melihat lagi tidak ada
perharapan terhadap gereja kemudian mempengaruhi pandangan mereka tentang Tuhan
dan juga agak mirip dengan teologi politik+ add more here)
b. Teologi
Politik
Teologi politik
berusaha menghubungkan teologi dengan masyarakat pada umumnya. Diawali dengan
rasa tertarik akan masyarakat Jerman dan memusatkan perhatian pada sejumlah
aspek pada budaya Jerman pada masa pasca perang 1939-1945. Moltmann mengusulkan
suatu teologi politik yang paling tepat dipahami bidang lingkungan, konteks dan
panggung di mana teologia Kristen harus dilaksanakan pada zaman modern ini.
Teologi politik ini paling tepat disimpulkan dalam pengertian salib, yang
adalah kritik politik dan juga pengharapan bagi suatu politik kebebasan.
2.4.
Metode-Metode
Adapun metode-metode yang digunakan sebagi
berikut:
a. Hermeneutika
Hermeneutika merupakan
suatu usaha penafsiran yang dilakukan. Teks hanya dapat dipahami oleh konteks
dalam seluruh kehidupan manusia masa lalu dan masa kini. Oleh karena itu proses
penafsiran membutuhkan pengkontekstualisasikan injil kedalam konteks agar lebih
mudah diterima.
b. Peryataan
teologis dalam beberapa budaya.
Metode ini digunakan pada
saat parah teolog berusaha berteologi dalam konteks budaya. Tujuannya ialah
mempertahankan teologi lain dan mengembangkan teologi lain yang lebih cocok dan
tidak kabur-kabur.
c. Merumuskan
teologi dalam bidang masyarakat.
Merumuskan teologi dalam bidang
masyarakat ialah cara yang dilakukan untuk melihat apakah teologi yang diuji
dan diterapkan berfungsi didalam dalam kehidupan masyarakat atau tidak.
2.5.
Fungsi Teologi Eropa
Menurut Rahner, Teologi Eropa harus
berfungsi sebagai pengawal, perantara,pelindung, dan sebagai penerima[2]. Berikut ini adalah fungsi
dari Teologi Eropa menurut Rahner:
a. Teologia
Eropa dapat berfungsi sebagai pengawal tradisi.
Eropa dan teologinya
memiliki tempat sebagai anak sulung karena alasan Eropa di jangkau oleh injil
lebih awal daripada gereja-gereja yang lebih mudah. Gereja Eropa telah bergumul
dengan masalah-masalah teologi dan juga telah menghasilkan dokumen-dokumen serta
melewati tahap pengujian selama berabad-abad. Pengalaman ini telah menjadi
warisan dan penolong bagi gereja Eropa namun juga bagi seluruh komunitas
Kristen. Dengan demikian teologi Eropa masa kini melestarikan teologi Kristen
masa lampau yang sesuai dengan aturan bagi semua orang. Hal ini termasuk
teks-teks yang benar dan pengakuan-pengakuan sejarah eksegetis dan sistematis yang
dibutuhkan untuk tugas-tugas teologi. Sebetulnya teologi Eropa membutuhkan
pengujian diri sama seperti teologi-teologi lain tetapi kalua dibandingkan
dengan teologi-teologi yang lebih mudah itu, pengalaman dan keterampilannya
membuatnya lebih mampu memenuhi tugas.
b. Teologia
Eropa berfungsi sebagai perantara.
Teologi Eropa masih
merupakan yang paling ilmiah dan paling kuat di lalukan di dunia. Dan masih
yang terbaik sebagai sumber penyebaran injil dan induk dari sejumlah gereja
muda serta pendidik banyak teolog. Oleh karena itu teologi Eropa sangat cocok
untuk menjadi perantara dan coordinator.
c. Teologia
Eropa memberikan perlindungan terhadap bahaya-bahaya yang mengancam
teologi-teologi lainnya.
Tugas menyesuaikan
teologi dengan budaya membuat parah teolog menghadapi sejumlah bahaya. Seperti
daya pikir budaya bukan Kristen yang dapat mempengaruhi seorang teolog lalu
memikatnya untuk memandang unsur-unsur injil yang benar yang tidak dapat di
tawar-tawar sebagai sesuatu yang hanya berbau Eropa. Masalah-masalah yang
seperti ini telah di gumuli oleh teolog Eropa sehingga teologi eropa dapat
memberikan pertolongan untuk mencegah pola-pola sinkretis yang akan merusak
seluruh gereja.
d. Teologi
Eropa harus tetap belajar secara terus menerus. Sehingga dapat menerapkan
perangkat-perangkat teolog yang telah dikumpulkannya sepanjang sejarahnya,
dengan ketelitian dan ketetapan yang baru. Pokok-pokok seperti doa, mistik dan
spiritualitas berada dalam keadaan yang sama. dengan demikian teolog eropa
dapat memberikan contoh tentang apa yang harus dilakukan dalam tiap budaya oleh
ahli teologinya.
2.6.
Dampak Positif
Dampak positif dari teologi Eropa ialah ia
dapat menyelesaikan masalah. Misalnya teologi politik pada masa pasca perang
inti dari dari teologi politik bahwa keselamatan tidak ada pada senjata dan
keberanian bertempur namun keselamatan ada pada simbol salib yaitu pengorbanan
Yesus kristus. Sehingga orang percaya bahwa keselamatan hanya dapat diperoleh
didalam Tuhan.
2.7.
Dampak Negatif
Dampak negative dari teologi kontekstual
Eropa ialah tentang kekristenan dimana semua hal harus bersatu atau di
persatukan dalam gereja. Dengan demikian kebudayaan Eropa modern disamakan
dengan kekristenan sehingga sangat susah atau sulit untuk mengetahui manakah
yang benar-benar Kristen.
BAB III
PENUTUP
3.1
Analisa Pribadi
v Cicilia
N. Jambuani
Teologi kontekstual Eropa terutama Teologi
Pengharapan dan juga Teologi politik merupakan teologi yang memberitakan injil
Kristen dengan selalu berupaya menyanjikan berita injil kedalam istilah-istilah
yang dapat dimengerti oleh pendengarnya sehingga dapat mengatasi
masalah-masalah yang terjadi dalam kehidupan umat Kristen serta berita injil
dapat terus disampaikan dengan mudah. Namun dalam upaya ini perlu agar supaya
berhati-hati karena akan timbul pemikiran bahwa beberapa warisan dari budayanya
adalah perpaduan utuh dari berita injil dan menambah beberapa unsur kedalamnya
sehingga mengubah atau menghapus segi-segi kebenaran dari injil itu.
v Jhon
S. Yewi
Mengenai
teologi Eropa yang bertujuan memberikan suatu sikap/ teladan yang baik kepada
Gereja-gereja yang lainnya dari berbagai sisi yaitu ekonomi, politik dan
budaya. Dan juga, teologi eropa harus sebaga pengawal tradisi, perantara,
memberikan perlindungan dan tetap belaja. Teologi harus di kontekstualisasikan
oleh para teolog yang mampu menantang lingkungan politik dengan tujuan
membaharui masyarakat. Motlmann dan para teolog lainnya berupaya mengarahkan
gereja dan orang-orang percaya yang berada di Eropa untuk dapat melengkapi satu
sama lainnya. Dan memberikan pemahama yang baik tentang akhir zaman melalui
teologi pengharapan, sehingga gereja dapat mengatasi berbagai masalah yang
muncul dari barbaga bidang misalnya politik, ekonomi dan budaya. Multmann
melakukan pendekatannya dengan beberapa ayat-ayat Alkitab yang menggabarakan
bahwa Allah sumber pengharap, Mesias yang membawa pengharapan dan Persekutuan
orang yang berharap. Moltmann mengarahkan bagaiman sehingga teologi politik
dapat melengkapi kebutuhan gereja pada zaman moderen ini. Dari dalam materi ini kita belaja untuk
mengkontekstualisasi teologi kepda lingkungan masyarakat secara kusus kepada
gereja dan jemaat yang berada di tiap-tiap daerah yang kurang mengenal akan
Kristus sehingga gereja dapat mengatasi
permasalahan yang terjadi, dengan perkembangan zaman yang semakin membut kita
sulit menjawab kebutuhan Jemaat berdasarkan Konteks, dari sisi kebudayaan.
v Hendrik
walli
Peran
teologi Eropa untuk meningkatkan pengembangan dan pekabaran injil keseluruh
dunia dan juga turut serta dalam memberitakan serta menyatakan karya
penyelamatan kristus melalui penyaliban sebagai bukti suatu karya penyelamatan.
v Rahel
Okoserai
Teolog
Eropa bergumul dengan masalah yang terjadi bagi kehidupan orang Kristen dan
mereka mencari solusi yang baik agar orang Kristen tetap percaya sama Yesus
Kristus dan masalah-masalah yang terjadi tidak dapat memecah belah orang-orang
Kristen.
v Inseri
Arfayan
Melihat peranana
teologi Eropa sangat berperang penting sebagai sumber penyebaran
injil.dan kini teologi eropa mulai dari
cara beribadah dan yang lainya masih berbaur eropa yang masih di pakai di
berbagai gereja sehingga jangan sampai teolog eropa hanya belajar tentang
kehidupan kontekeks mereka hal ini akan memicu,
masalah-masalah .politik ekonomi,budaya.
yang membuat sampai orang-orang Kristen
yang hidup pada saat itu masih ada dalam pergumulan yang sangat berat dan untuk itu
bagi para teolog-teolog eropa harus melihat hal-hal tersebut sehingga
jangan hanya saja belajar tentang budaya eropa saja tapi bagaimana para
teolog-teolog eropa juga harus belajar tentang kehidupan konteks dari Negara-negara lain
dan di samping itu teologi Eropa.
moltmann memberikan satu pemikiran tentang teologi politik dimana adanya teologi pembebasan karna
moltmann sendiri melihat banyak penindasan. kepada orang-orang Kristen apa yang
di buat moltmann ini sangat baik jagan
kita hanya mengajarkan kabar baik itu saja sedangkan banyak orang-orang
yang masih di tindas untuk itu moltmann menegaskan kepada teologi eropa untuk
bergabung dalam teologi pembebasan supaya apa yang di sampaikan kepada
orang-orang Kristen untuk bangkit dari keterpurukan yang menindas mereka dan memberikan
mereka akan pengharapan.
v Risal
Nouwenyk
Disini teolog berusaha
keras untuk menyesuaikan diri dengan keadaan Eropa modern. Sebelum teolog
memberikan pandangan atau jenis-jenis teologi dan peranannya Jurgen Motlmann
seorang teolog yang ingin dan berusaha keras untuk menampilkan suatu karyanya
tentang teologi di Eropa. Seorang teolog yang melihat dan meneliti dan ingin
untuk menjelaskan suatu peranan teologi dari bermacam-macam sisi sosial,
budaya, dan politik oleh sebab itu ia harus menyesuaikan teologinya dengan
keadaan Eropa modern. Dari sisi politiknya seorang teolog ini mengajak dan
mengarahkan mereka untuk melihat salib sebagai pusat perjuangan kristus.
Disekitar penduduk atau masyarakat Eropa mereka melihat teologi sebagai suatu
pusat perlindungan budaya dan tradisi mereka meskipun di Eropa ada macam-macam
dominasi-dominasi gereja atau ajaran lainnya dan teologi. Kenyataannya tidak
bisa diproteskan karena mereka melihat teologi sebagai tradisi yang terdahulu
atau yang pertama-tama mereka kenal itu.
3.2
Analisa Kelompok
Teologi pengharapan dan teologi politik Jurgen
Moltmann menekankan hal penting dalam hidup orang beriman yakni pentingnya
menaruh harapan kepada kristus. Pengalaman pribadi dan kehancuran bangsa Jerman
menyadarkan Woltmann akan pentingnya harapan terjadi perubahan hidup kearah
yang lebih baik di masa depan. Pengharapan yang dimaksud bukan tampa Allah
namun sebaliknya dengan bersandar kepada Allah sebagai satu-satunya sumber
keselamatan melalui simbol salib yaitu pengorbananNya di atas bukit Golgota.
DAFTAR PUSTAKA
v Hasselgrave
David J dan Romeen Edward. kontekstualisasi
makna metode dan model. Jakarta: Bpk Gunung Mulia.
v http://people.bu.edu/wwildman/bce/moltman.htm,
di akses pada tanggal 24 Februari 2018 pukul 17.43 WIT.
[1] http://people.bu.edu/wwildman/bce/moltman.htm,
di akses pada tanggal 24 Februari 2018 pukul 17.43 WIT
[2]
David J. Hesselgrave dan Edward Rommen, Kontekstualisasi Makna, Metode dan
Model: Jakarta-Bpk Gunung Mulia 1996 Hal 61
Komentar