SEBUAH ALUNAN MELODI

" Jika itu hasil usaha dan kerja keras mu sendiri untuk meraih keberhasilan, berbanggalah. Tetapi jika ada orang lain yang berpartisipasi di dalamnya dan membantu mu, janganlah bangga. "


Melodi.....................................................................................................................................................
Beberapa tahun yang lalu....
seseorang membalas surat kepada ku. Surat itu berbunyi " keberanian harus di miliki oleh anak-anak TUHAN yang ingin sukses. ". Pasalnya untuk menulis surat padanya, saya butuh keberanian. Saya menyanyanginya seperti kaka perempuan saya sendiri. Setelah dia membalas surat saya, saya jarang dan bahkan hampir tidak pernah mendengar kabar darinya. Saya yang pribadinya pemalu. Tiba-tiba seperti memiliki kekuatan dan keberanian yang tiada taranya untuk mengambil langkah yang sangat beresiko untuk melanjutkan pendidikan saya pada jenjang SMA waktu itu. Kata-katanya di dalam surat itu seperti memiliki sihir untuk mengubah saya menjadi lebih berani lagi belajar dengan keras. Pada akhirnya saya mampu membuktikan kepada keluarga bahwa saya bisa menyelesaikan apa yang saya mulai dengan baik selama mereka mendukung saya. Puji TUHAN mereka selalu mendukung saya. Di Manokwari saya bertemu dengan keluarga yang begitu mengasihi saya, meski susah mereka berusaha untuk melakukan yang terbaik buat saya.  Melalui keluarga ini saya semakin nyakin bahwa TUHAN menginginkan saya untuk bekerja bagiNya. Sebelum ke Manokwari untuk melanjutkan pendidikan saya waktu itu. Keluarga saya kuatir akan biaya pendidikan saya, dan saat itu saya hanya bisa berdoa dan berkata " Tuhan, saya samasekali tidak kuatir akan biaya pendidikan saya karna saya tahu di Manokwari akan ada orang-orang baik yang menolong saya ". Dan seperti alunan melodi yang indah berkat TUHAN mengalir melalui keluarga ini. Bahkan di mana saja saya berada, selalu ada orang-orang baik dan luar biasa yang TUHAN sediakan untuk menolong. Bukan saja berupa materi tetapi yang terpenting adalah mereka selalu memberi nasehat kepada saya, untuk tetap hidup sesuai dengan apa yang TUHAN mau. Terlalu banyak yang saya terima dari mereka, CINTA,PERHATIAN,KASIH SAYANG, KEPEDULIAN, PERSAUDARAAN,PERSEKUTUAN, KEPERCAYAAN,KEBAIKAN, NASEHAT, CONTOH DAN TELADAN, SUKACITA, KEBAHAGIAAN,INSPIRASI,SEMANGAT, SENYUM, PERTOLONGAN. Dan masih banyak lagi.












Pada tahun 2015, sebuah lembaran yang baru terbuka bagi saya. Saya menyambut lembaran itu dengan penuh syukur membaca dan menjalani lembaran baru tersebut. Di Jayapura saya pun bertemu dengan orang-orang yang sangat, sangat baik dan luar biasa. Mereka menjadi kaka bagi saya, mereka menjadi mama bagi saya, mereka juga menjadi guru yang selalu mengajar saya untuk bagaimana menjalani hidup dengan rendah hati. Malam ini sebuah Alunan musik piano mengingatkan saya akan perjalanan hidup saya yang penuh dengan kerja keras. Kalau ada orang yang berkata "  i sombong ea, su begini atau su begitu. enak ea dll." Mereka tidak tahu betapa keras, dan susahnya saya belajar dan menjalani semuanya sendirian. Memang terkadang saya menjadi orang yang egois, tetapi tidak pernah terlintas dalam pikiran saya untuk menjadi sombong. terkadang saya menjadikan hati saya lautan rahasia yang sangat besar untuk menyimpan segala perkara yang saya alami. Entah itu baik atau buruk. 

Setiap kali saya melihat senyum, dan mendengar suara dari orang-orang tercinta saya di Jayapura atau Manokwari dan Kebar. saya berpikir sejenak bahwa hal yang paling penting di dunia ini adalah care antara satu dan lain. saya selalu menganggap mereka semua adalah malaikat penolong saya. dan saya sangat, sangat, dan sangat mengasihi mereka di dalam kasih Kristus. 

Untuk semuanya...
pada akhirnya saya mengucapkan terima kasih dan saya berharap untuk tetap mendapat nasehat kalau saya berbuat salah.
terima kasih telah menjadi saudara, kaka, ade, mama. tanta, dan om dalam hidup saya. saya bersyukur kalian ada dan menjadi bagian dari perjalanan hidup saya.

Love,
Cicilia

Komentar

Ilmu Pengetahuan

YESUS mengutuk Pohon Ara

Teologi Kontekstual di Eropa

Tafsiran Filipi